Telah diduga sebelumnya, bahwa pemerintah tidak bakal memihak Telkom, ironis memang bila pemerintah mewajibkan Telkom harus setor dividen dan pajak dari tahun ke tahun jumlahnya harus bertambah. Dimanakah letak keadilannnya ? memang di dunia ini untuk mencari keadilan sulit. Delematis bila uang diatas segalanya, dimana Telkom posisinya serba susah dalam masalah kode akses mau mengadu kemana ? mau mengadu ke Dirjen Postel ? Dirjen Postel sendiri ketua BRTI. Dibalik keputusan ini sebaiknya anggota BRTI perlu diaudit oleh KPK.. Ayolah Serikat Karyawan Telkom perjuanganmu belum habis, kami senantiasa berada dibelakangmu ikut berdoa. Semoga keputusan bisa berubah tentunya yang menguntungkan Telkom.
Kode Akses SLJJ Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Jakarta – Meski sudah diwajibkan pemerintah untuk membuka Kode Akses Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ), PT Telkom masih belum mengiyakan kewajiban tersebut. Namun, mereka tetap menghormati dan akan mempelajarinya.
Demikian kiranya tanggapan yang diberikan Telkom melalui Eddy Kurnia, VP Public dan Marketing Communication Telkom menanggapi keputusan pemerintah terkait kode akses SLJJ.
Berikut tanggapan resmi dari Telkom yang diterima detikINET , Senin (3/12/2007):
- Kami masih menunggu surat keputusan resmi dari pemerintah menyangkut kebijakan kode akses SLJJ tersebut.
- Telkom menghormati kebijakan pemerintah yang meminta Telkom membuka kode akses SLJJ per 3 april 2008 di Balikpapan
- Telkom akan mempelajari secara mendalam substansi kebijakan kode akses SLJJ tersebut.
- Secara umum, tentunya kebijakan kode akses SLJJ tersebut berdampak kepada keharusan Telkom untuk melakukan penyesuaian/ upgrading terhadap alat-alat produksi seperti sentral telepon dan lainnya.
- Konsekuensi lainnya adalah diperlukan biaya yang harus dikeluarkan oleh Telkom akibat dibukanya kode akses SLJJ.
Setelah Balikpapan, Kota lain Menunggu Kesiapan
Jakarta – Propinsi Balikpapan, Kalimantan Timur menjadi kota pertama yang dibukakan kode akses Sambungan Langsung Jarak Jauh (SLJJ) untuk Indosat. Kota lain tinggal menunggu kesiapan.
Menkominfo Mohammad Nuh mengatakan, pembangunan kode akses SLJJ di kota lain wajib dibuka setelah mencapai kesiapan proporsional yang dilihat dari sisi investasi dan basis pelanggan.
“Ibaratnya, kalau orang punya pelanggan tapi tidak punya jalan itu kan tidak fair , jadi mesti sama-sama,” ujarnya, ketika jumpa pers di Gedung Depkominfo Jakarta, Senin (3/12/2007).
Dari sisi basis pelanggan, Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar menjelaskan, untuk membuka akses SLJJ di satu kota, Indosat diwajibkan memiliki 45 persen jumlah pelanggan jaringan tetap dari yang dimiliki Telkom. Kewajiban tersebut terdiri dari fixed wireless access (FWA) dan fixed wireless telephone (FWT).
“Jadi di tiap kota, pihak kedua (Indosat) minimal harus memiliki 30 persen jumlah pelanggan FWA dan 15 persen jumlah pelanggan FWT dari yang dimiliki pihak pertama (Telkom),” tukasnya.
Pemerintah sendiri, dikatakan Basuki, menyadari kesulitan dalam membangun jaringan tetap ini. “FWA itu lebih kepada individu sedangkan FWT lebih kepada family phone . Namun, ujung-ujungnya semangat dibukanya kode akses ini adalah demi membangun kompetisi yang sehat dan meningkatkan teledensitas,” pungkas Basuki.
Gurita
Balikpapan…………………. seperti gurita Temasek menguasai bisnis
telekomunikasi di Indonesia itulah komentar pertama yang terucap saat hari senin
sore, 3 Desember 2007 mendapat kiriman e-mail dari rekan Nursidik Surabaya yang
diambil dari detikinet ditengah-tengah pengurus Sekar se-Indonesia mengadakan
teleconference mempersiapkan langkah-langkah strategis menjelang keluarnya
keputusan Menkominfo tentang Kode Akses SLJJ Telkom.
Kelihatannya sepele, hanya 1(satu)
kota yang lahir itupun nanti 3 April 2008… padahal 1(satu) kota yang
menggurita bercabang kemana-mana…ke seluruh peloksok negeri ini.. mengerikan..
gurita raksasa…. sudah muncul di Balikpapan. Puluhan ribu pelanggan telepon
Telkom segera berpindah lalu-lintas panggilannya, memilih panggilan dengan tarif
yang lebih murah yang tidak diatur pemerintah.
Demam tarif murah yang melekat erat
pada budaya masyarakat Indonesia sekarang ini akan langsung menjadi pilihan
masyarakat Indonesia, pelanggan-pelanggan Telkom. Prediksi 60% pelanggan akan
berpindah pola panggilan mungkin akan nihil, melainkan 100% pelanggan Telkom
akan menggunakan Kode Akses SLJJ ?011? yang sudah barang tentu tarifnya akan
lebih lebih murah. Sejak tahun 2004 Kode Akses SLJJ ?011? sudah melekat pada
pelanggan-pelanggan korporasi PT.Indosat dengan tarif flat Rp.1.500.- / menit.
(sumber :
fraud divre-4)
Baru 1(satu) gurita yang lahir sudah
terlihat sangat mengerikan apalagi 5 atau 10 bahkan 24 gurita Kode Akses SLJJ
bermunculan di Kota-kota di Indonesia. Sudah bisa dibayangkan….
Bayi-bayi
kecil, Karyawan-karyawan Telkom se-Indonesia menangis…!! mendengar berita
?Telkom
Akhirnya Buka Kode Akses SLJJ?
entah anak-anaknya yang sudah
gede-gede para petinggi Telkom…menangis atau tidak…? punya nurani atau
tidak…
Tidak…!
ternyata mereka tidak menangis… malahan tertawa terpingkal-pingkal..malahan
dulu mereka mengancam anggota Sekar, mengancam pengurus-pengurus Sekar yang
melakukan aksi-aksi, demo penolakan pemberlakuan Kode Akses SLJJ.
Semalaman, linangan air matanya
terus bercucuran… mengingat anak-anaknya yang masih kecil-kecil, rumah BTN
type 21 kriditan belum juga lunas sampai sekarang. Sepeda motor cicilan yang
baru diambilnya jelang lebaran kemarin diliriknya pula… harapannya mulia
mengabdi, berkarya hingga masa pensiun sirna sudah…harapanya hanya satu…gaji
12x sudah cukup tak lagi berharap yang lain apalagi berharap 22,5 x thp.
Tatapan matanya kosong menerawang
jauh entah kemana… yang terbayang PHK, tidak lagi membayangkan pensiun dini
dengan ratusan juta rupiah yang diperoleh.untuk bekal masa tuanya, bekal untuk
makan, bekal untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga ke bangku kuliahan.
Berharap masih bisa bekerjapun
pesimis, kompetensinya kurang…….entah kurang diperhatikan atau kurang apa,
tidak tahu… yang diketahuinya hanya satu, gradenya, bandnya susah sekali
naiknya. Pasrah, ridho menerima apa jadinya…Tuhan Maha pengatur atas
segalanya.
Hanya kepadaMU kami meminta dan
hanya kepadaMU kami memohon pertolongan….berharap petinggi-petinggi negara ini
sadar…mudah-mudahan Bangsa ini dibangunkan dari mimpi-mimpinya.
Semoga kita dapat mengambil hikmah
dibalik Gurita Balikpapan. Hikmah dari nasehat-nasehat, masukkan untuk menahan
diri turun ke jalan…. hikmah agar Sekar terlihat lebih elegan… tapi ternyata
pil pahit yang harus ditelannya…
Demo
Salah seorang anggota DPR-RI
mengatakan Negeri ini sedang sakit…artinya, cara-cara elegan tidak lagi
efektif dijalankan… Para pejabat Negeri ini tidak akan mendengar…
Aksi-aksi pengerahan massa, turun ke
jalan kelihatannya…. akan membuka telinganya….membuka nuraninya… untuk
Bangsa ini.
Senayan sudah menunggu…
Medan Merdeka Barat tinggal
diduduki…
Menara Ravindo tinggal dipadati..
Semarang, 04
Desember 2007 03.29….jelang subuh…
Ferdi Rosman Feizal