DTEL-NGALAM

11 Desember, 2007

Kakap besar itu tertangkap di Monas

Diarsipkan di bawah: Kebijaksanaan Pemerintah, Teknologi Informasi, Telekomunikasi, buruh — ngalam @ 8:44 am
KAKAP BESAR ITU TERTANGKAP DI MONAS PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Ferdi Rosman Feizal   Monday, 10 December 2007

ImageDi balik tugu Monas yang kokoh berdiri tegak, secercah sinar nampak dibalik awan kelabu yang menghalanginya. Kelabunya awan seperti disingkirkan oleh murninya hati para pejuang Serikat Karyawan Telkom dengan kibaran Sang Merah Putih. Perlahan namun pasti  sinarnya semakin lama semakin membesar menerangi jagad Pertiwi yang sangat dicintainya, Indonesia Tanah Airku, merah darahku, putih tulangku.

 Seperti asa yang semakin hari semakin membesar dalam sanubari setiap anggota Serikat Karyawan Telkom yang terus tiada henti memperjuangkan perusahaannya, PT.Telkom yang sangat dicintainya. Tiada henti Memperjuangkan penolakan pembukaan Kode Akses SLJJ yang akan merugikan Negara dan Bangsanya, yang akan membuat malu Bangsa Indonesia dimata dunia karena teledensitas sebagai jati diri bangsa ini akan digadaikan dengan dalih anti monopoli, dengan dalih kompetisi yang sangat mulia dalam rangka mempercepat peningkatan teledensitas dibalik kedok pembukaan kode akses SLJJ.

Bagi Serikat Karyawan Telkom, Tugu Monas seperti memiliki makna yang mendalam, memiliki nilai spriritual yang sangat tinggi setinggi puncak Gunung Lawu yang pernah didakinya dan menancapkan panji pengobar semangat perjuangan Serikat Karyawan Telkom dalam menggagalkan Kode Akses SLJJ.

ImagePendudukan lapangan silang Monas oleh ribuan massa anggota Serikat Karyawan Telkom DPW-IV Jateng & DIY beberapa tahun silam dalam mempertahankan Telkom dari Bumi Pertiwi ini membuahkan hasil yang gemilang. Telkom DIVRE-IV tidak jadi dijual ke Indosat.

Di bagian barat daya Tugu Monas, Jumat tanggal 7 Desember 2007, kembali sejarah perjuangan Serikat Karyawan Telkom diulang dan langsung menampakkan secercah harapan keberhasilan.

ImageSecercah harapan keberhasilan perjuangan Serikat Karyawan Telkom dalam menolak pembukaan Kode Akses SLJJ yang tidak fair, menolak pembukaan Kode Akses SLJJ yang tidak mengutamakan teledensitas sebagai jati diri Bangsa Indonesia. Menolak pembukaan kode akses SLJJ yang tidak mengutamakan teledensitas sebagai indikator kemajuan suatu bangsa..

Apel kesetiaan seluruh anggota Serikat Karyawan Telkom kepada PT.Telkom Indonesia,tbk yang digelar Jumat 26 Oktober 2007 di halaman Kantor Telkom Jakarta Pusat rupanya hanya membuat tersinggung Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar dan anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dan justru mendapat ucapan selamat dari Menkominfo Muhammad Nuh, karena Serikat Karyawan Telkom melakukan aksinya dengan cara elegan, cantik.

Akibatnya memang membuat Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar berang dan langsung sore harinya melayangkan surat kepada Direksi Telkom untuk menghadap yang berujung dengan pembentukan Tim 37 oleh Menkominfo, Tim Independen bentukan BRTI yang disinyalir tidak independen karena 2/3 anggotanya adalah orang-orang Dirjen Postel dan BRTI selebihnya adalah orang-orang dari kalangan Institusi yang tidak faham tentang Kode Akses SLJJ.

ImageHasil Tim Independen yang memberikan rekomendasi kepada Menteri Komunikasi dan Informatika membuat Menkominfo Muhammad Nuh mengeluarkan Keputusan Nomor 480A/M/M.Kominfo/12/2007 dimana Telkom tetap diminta membuka kode akses SLJJ. Tahap awal pembukaan kode akses diminta dilaksanakan di Balikpapan mulai 3 April 2008 membuat Serikat Karyawan Telkom DPW-VI Kalimantan berontak dengan melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor Telkom Balikpapan Kamis, 6 Desember 2007. Namun sama sekali tak menggoyahkan Menkominfo apalagi Dirjen Postel dan BRTInya ini membuat seluruh anggota Serikat Karyawan Telkom se-Indonesia geram, kesal dengan ulah BRTI, Dirjen Postel termasuk Menkominfo yang baru yang katanya Pakar TI tapi tidak mengerti Bisnis dalam Industri Telekomunikasi ini.

Seperti Anggota Serikat Karyawan Telkom yang memancing ikan di laut Miangas, baru kail kecil dengan umpan yang kecil pula yang dilemparnya ternyata Kakap besar yang didapat.

ImageMemang belum seluruh massa anggota Serikat Karyawan Telkom turun menyemut mengerumi lapangan silang Monas. Baru 3500 anggota Serikat Karyawan Telkom yang turun memenuhi sebagian lapangan Monas yang sangat luas, masih jauh dari setengahnya tapi Ikan Kakap yang sangat lapar sudah langsung melahapnya…. Wakil Presiden Jusuf Kalla langsung angkat bicara tentang Kode Akses SLJJ dan langsung menyatakan Telkom diminta membuka Kode Akses SLJJ.

Padahal yang didemo adalah BRTI termasuk ketuanya yang menjabat Dirjen Postel. Padahal yang didemo adalah Menkominfo yang mengeluarkan Kepmen barunya, tapi mengapa Wakil Presiden yang mengelepar-gelepar seperti cacing kepanasan…?

Kedatangan 3500 anggota Serikat Karyawan Telkom se Indonesia ke Lapangan Monas akhirnya membuahkan hasil. Tabir yang selama ini menutupi terkuak jua seperti Sinar Matahari yang mengusir awan kelabu yang mulai menghitam….secercah harap kembali datang membangkitkan semangat seluruh anggota Serikat Karyawan Telkom untuk menolak pembukaan Kode Akses SLJJ.

ImageBiang keladi Pembukaan Kode Akses SLJJ akhirnya terlihat jelas, sangat jelas…. Biang keladi Kode Akses SLJJ ternyata sangat kelaparan menunggu mangsanya yang lengah…

Jangan lagi menghitung hari…

Jangan lagi menunggu esok…

Segera siapkan tenaga….siapkan dana……….

Yang pasti, besok…….atau minggu depan……

Istana Wapres menjadi target berikutnya untuk diduduki puluhan ribu massa anggota Serikat Karyawan Telkom se-Indonesia.

No Comments Yet »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Anda harus Teridentifikasi untuk menuliskan komentar.

Blog pada WordPress.com.